Friday, June 15, 2012


New KAIA
Tidak terasa sudah 34 tahun berlalu sejak saya pertama kali melaksanakan ibadah haji. Sejak itu, Allah Swt. memberikan kesempatan berkali-kali kepada hamba-Nya yang satu ini untuk mengunjungi tiga kota utama di Arab Saudi: Jeddah, Makkah, dan Madinah. Selama itu, ketiga kota itu mengalami perubahan dan perkembangan yang luar biasa. Jeddah tiga puluh empat tahun yang lalu, misalnya, masih “kampungan”. Tapi, dewasa ini, kota yang berada di tepi Laut Merah itu telah berkembang demikian pesat. Dan, tidak lama lagi, kota pusat bisnis nomer satu di Arab Saudi itu bakal memiliki gedung pencakar dunia tertinggi di dunia, mengalahkan Burj Al-Khalifah di Dubai. “Skycraper” yang satu itu bernama “Kingdom Tower”

Meski Jeddah, Makkah, dan Madinah mengalami perkembangan yang sangat pesat, namun setiap kali pesawat terbang yang saya naik mendarat di Jeddah, saya selalu merasa sedih. Mengapa? Kondisi Bandara Jeddah (alias King Abdul Aziz International Airport/KAIA) dan pelayanannya,  itulah yang membuat saya sedih dan kadang bergumam, “Lo, ini kan sebuah negara super kaya. Mengapa pelayanan di bandara ini demikian memble? Mengapa bandara ini tidak dibangun ulang dan pelayanannya ditata kembali seperti Dubai Airport? Kalau Dubai Airport bisa memberikan pelayanan yang prima, mengapa KAIA tidak bisa? Apalagi, setiap tahun, bandara ini merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia, lewat kedatangan para jamaah haji dan umrah?”

Kemarin, Kamis, Juni 2012, suasana hati saya tiba-tiba berbunga-bunga. Mengapa? Pasalnya, ketika sedang menyiapkan manasik ibadah umrah di akhir minggu ini, saya mendapatkan foto-foto menarik pembangunan yang sedang dilaksanakan di Jeddah: pembangunan kembali KAIA yang akan berubah menjadi New KAIA. Dan, insya Allah, New KAIA akan dapat dinikmati para pengunjung Kota Jeddah pada 2014. Harapan saya, kiranya tidak hanya bandaranya saja yang dibangun. Tapi, sumber daya manusianya juga di”upgrade”, sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengunjung Kota Jeddah, amin.  

No comments: