Saturday, May 19, 2007

Graha Jatim di Kairo, Mesir

Merupakan kebiasaan saya dan istri, setiap kali akan melakukan perjalanan ke negeri orang, senantiasa mempersiapkan sebaik-baiknya seluruh hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan tersebut. Terutama yang berkaitan dengan akomodasi dan transportasi. Karena itu, sebelum kami bertolak ke Kairo, saya pun berusaha mencari hotel yang layak untuk dijadikan tempat melepas lelah. Dan saat sebelum meninggalkan Bandung menuju Kairo, tak terbayangkan oleh kami untuk menginap di Graha Jatim di Kairo. Pilihan yang ada waktu itu antara lain adalah Wisma Nusantara dan Griya Jateng. Namun, karena istri menginginkan sebuah tempat melepas lelah yang tidak jauh dari pusat Kota Kairo dan Sungai Nil, akhirnya pilihan pun tertuju ke Pharaos Hotel yang terletak di Dokki, Kairo.

Tapi, setibanya kami di Kairo semua rancangan berubah seratus persen. Begitu kami meninggalkan Cairo International Airport, dan kemudian selepas menikmati pecel lele (jangan kaget di Kairo pun ada) di sebuah restoran kecil yang dikelola para mahasiswa lulusan Pondok Modern Gontor di Distrik Ke-10 Nasr City, kami diajak oleh Mas Anwar dan Mas Oyik mampir ke Griya Jateng dan Graha Jatim. Selepas sejenak menengok kedua wisma yang cukup representatif tersebut, ternyata istri saya “jatuh cinta” pada Graha Jatim. Karena itu, begitu usai mengikuti simposium diabetes di Concorde El Salam Hotel, Heliopolis, sedangkan waktu sebelum kembali ke Indonesia masih tersisa lima hari, kami pun segera membatalkan pilihan kami untuk menginap kembali di Pharaos Hotel dan memilih Graha Jatim sebagai “rumah kami” selama menikmati hari-hari kami selanjutnya di Kota Seribu Menara.


Ternyata, pilihan istri tidak salah. Graha yang merupakan sebuah apartemen yang terdiri dari tiga kamar itu benar-benar nyaman, aman, dan menyenangkan. Di graha yang saat ini dikomandani oleh Mas Nanang Priyo Harsono, dibantu oleh sejumlah rekan-rekan mahasiswa Indonesia yang masih muda usia asal Jawa Timur, seperti Mas Zainal, Mas Rasyidin, dan lain-lainnya, tersebut kami merasa serasa di rumah sendiri. Walau mereka masih mahasiswa dan muda usia, kami yang ketika berada di negara orang biasa menginap di hotel-hotel berbintang merasa salut kepada adik-adik yang mengelola graha tersebut. Pujian yang demikian tidaklah saya sampaikan karena saya pernah menimba ilmu di Kairo. Tapi, suatu pujian yang tulus dan sesuai dengan pelayanan profesional yang benar-benar kami nikmati.

Di sekitar graha yang terletak di Building I Block 28 Flat 6, 9th District, Nasr City, Kairo, tidak jauh dari Cairo International Airport, tersebut kita juga dapat menemukan pelbagai masakan dan makanan Indonesia. Termasuk bakso dan pisang goreng. Jika kita malas keluar graha dengan harga 20 USD. semalam (dan kalau seluruh tiga kamar kita ambil seharga 53 USD.), kita dapat memesan makanan Indonesia yang kita inginkan kepada Mas Nanang dan Tim dengan harga per porsi 20 pound Mesir. Di samping itu, di Graha Jatim tersebut tersebut tersedia fasilitas internet gratis selama 24 jam, dapur dengan peralatan masak lengkap, mesin cuci tinggal pakai, dan tv 34’. Belum lagi kalau kita ingin jalan-jalan keluar, Graha pun dapat mencarikan mobil sewaan dengan guide mahasiswa Indonesia. Apa yang kurang?! Malah, Graha pun punya paket wisata.

Tak aneh jika Graha Jatim ini banyak peminatnya. Ketika kami menginap di graha tersebut, dua kamar yang lain diisi oleh Dr. Mukhlis, staf khusus Menteri Agama RI, dan beberapa mahasiswa Singapura yang sedang menimba ilmu Universitas Alexandria. Ketika saya iseng-iseng membuka buku tamu graha yang diresmikan oleh Prof. Dr. Bachtiar Aly M.A. pada 2004 ini, terlihat sederet tamu terhormat pernah menginap di sini, antara lain Bapak Hussein Umar (alm.) dari Dewan Dakwah Islam Indonesia, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dari Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo, dan seorang dekan dari sebuah fakultas di lingkungan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Malah, seorang diplomat Malaysia dan keluarganya (selama sekitar satu bulan) serta tim TV3 Malaysia pun pernah menginap di graha yang satu ini. Mereka rata-rata mengakui, menginap di Graha Jatim ini lebih nyaman ketimbang menginap di hotel-hotel berbintang.

Terima kasih Mas Nanang Priyo Harsono dan Tim! Bravo!

3 comments:

ikeow said...

pakde, info komplitnya dong, pesawat cengkareng-kairo pp berapa, makan kira-kira berapa, sewa mobil berapa, jadi aku tau musti nabung berapa lama sampai bisa jalan-jalan ke kairo...pengen jalan-jalaaaan....

Anonymous said...

Assalamu'alaikum. Alhamdulillah dapat satu info lagi. Semoga bermanfaat bagi kami yg akan mengunjungi Cairo, February 2010. Semoga booking sudah dibuat. Maturnuwun sanget. Wassalam. Sriyanta Hadi - Kuala Lumpur

Kk said...

Assalamualaykum, boleh minta nomor telpon Graha Jatim yang bisa di Hubungi? Saya kehilangan nomor telpon Nya. Terima kasih banyak.